Motor-Mobil Terbakar karena Senggolan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Motor-Mobil Terbakar karena Senggolan

Post  tahenk on Fri Aug 02, 2013 7:14 pm

JATILAWANG – Nasib sial dialami Kuswan Wanuji (51), warga RT 1/RW 5 Purwojati, Banyumas yang baru saja membeli bensin di SPBU Margasana, Kecamatan Jatilawang. Sepeda motornya tersenggol mobil sampai jatuh dan terbakar.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, seketika menggemparkan warga yang berada di sekitar SPBU. Menurut saksi mata, Arni, peristiwa itu bermula saat Kuswan hendak menyeberang jalan sekeluar dari beli bensin. Namun tanpa dinyana ada sebuah mobil pernomor polisi Z 8979 WC yang dikemudikan oleh Enda Suhenda warga Ciamis melaju dari arah timur menyenggol keranjang motor milik Kuswan yang berisi tabung gas elpiji 3 kg serta bensin. Karena tak bisa mengendalikan kendaraannya, Kuswan terjatuh, seketika api menyulut membakar sepeda motor dan mobil boks tersebut.

“Saya lihat begitu sepeda motor itu jatuh tersenggol, api menyala cepat. Saya juga lihat pengendara sepeda motor terkapar di bawah mobil. Saya teriak-teriak karena tidak ada yang lekas menolongnya,” kata dia yang jaga warung tepat di depan lokasi kejadian.

Arni, menuturkan sumber api kemungkinan dari percikan empat tabung gas yang dibawa Kuswan dengan aspal jalan raya. Dalam waktu singkat membuat api merembet ke bensin yang dalam hitungan detik terbakar. Sekitar satu jam mobil pemadam kebakaran memadamkan api. Bangkai sepeda motor serta mobil lalu disingkirkan. “Saya benar-benar panik lihat api mulab-mulab gede banget,” ujar Arni.

Arus lalu lintas yang sudah mulai padat membuat kemacetan tak terelakan selama proses evakuasi korban maupun bangkai sepeda motor dan mobil oleh polisi. Mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan guna memadamkan api yang menghanguskan sepeda motor dan mobil tersebut. Bahkan Kuswan yang sedikit terlambat tertolong warga mengalami luka bakar di sekujur tubuh sehingga perlu mendapat perawatan intensif di RSUD Margono. Lakalantas Polres Banyumas pun segera terjun ke lokasi kejadian dan menanyakan sopir mobil boks serta sejumlah saksi.

Rakum (69) kakak ipar Kuswan mengisahkan, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 10.00, sesaat setelah Kuswan keluar dari SPBU Margasana, tempatnya biasa kulakan bensin eceran. Saat itu, Kuswan keluar dari SPBU dan mengendarai sepeda motornya ke arah Jatilawang. Pada saat bersamaan, dari arah timur (Rawalo, red) datang dengan kecepatan tinggi, kecelakaan pun tak bisa dielakkan. “Kuswan ketabrak dari sisi samping belakang,” kata dia saat kepada SatelitPost di RSUD Margono Soekarjo.

Tabrakan ini mengakibatkan 70 liter bensin eceran yang dibawa Kuswan tercecer di jalanan lalu terbakar. Kuswan yang berada di kubangan bensin pun tidak dapat menyelamatkan diri dari jilatan api. Kondisi bertambah buruk saat dua dari tiga tabung gas yang dibawanya meledak akibat panas api. Tak hanya itu, api pun membakar kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut. Beruntung, sopir pikap yang menabrak Kuswan dapat menyelamatkan diri.

Kuswan yang terbakar hidup-hidup lalu dilarikan ke Puskesmar Rawalo untuk mendapatkan pertolongan medis. “Dugi Puskemas, Kuswan langsung dirujuk mriki (RSUD Margono, red),” kata Rakum. Rakum menambahkan, saat ini sopir pick up yang menabrak Kuswan telah diamankan di Polsek Jatilawang. Namun, pihak keluarga yang ada di RSUD Margono mengaku belum menemui sopir tersebut. Mereka memilih untuk memantau kondis Kuswan hingga stabil.

Saya Tunggu Tidak Pulang-pulang

Kuswan terbakar bensin eceran dan terkena ledakan tabung elpiji yang merupakan satu sumber penghidupanya sehari-hari. Adik korban yang juga berada di lokasi, Daslum menjelaskan, akibat kecelakaan tersebut, Kuswan menderita 60 persen luka bakar di tubuhnya. “Mripate mboten saged melek, sambate drijine kalih awake kaku,” ujar Daslum saat ditemui SatelitPost di RSUD Margono Soekarjo.

Dia mengatakan, kondisi Kuswan sudah jauh lebih tenang daripada saat awal mendapatkan penanganan. “Wau ngorong-ngorong, sekarang sudah lebih tenang,” katanya. Istri Kuswan, Tasirah yang setia mendampingi suaminya di rumah sakit mengaku tidak memiliki firasat apapun atas peristiwa ini. “Bapake, seperti hari biasa… njujugakaken kula teng pasar, terus kulak bensin. Biasane cepet, tapi wau mandan sue. Sampai jam sepuluhan saya tunggu sambil thengak-thenguk nang latar. Eh yang datang malah petugas pom, ngabari nek bapake kena musibah,” katanya.

Tasirah mengungkapkan, setelah mendengar kabar tersebut, dia lalu menuju ke Puskesmas Rawalo. Namun, suaminya telah dipindahkan ke RSUD Margono untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Dia lalu menyusul ke RSUD dan mendapati kondisi suaminya sudah cukup memprihatinkan.

Tasirah mengatakan, dirinya hanya ingin melihat kondisi suaminya membaik. Sambil terus menerus menggenggam tangan suami tercintanya, Tasirah terus membisiki suaminya. “Istighfar, nyebut pak, nyebut,” kata dia lirih kepada sang suami. (dil/pan)/ SATELITPOST
avatar
tahenk

Jumlah posting : 2009
Join date : 27.01.08
Lokasi : Jakarta Selatan

Lihat profil user http://tahenk.multiply.com/

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik