Terinspirasi Listrik Mati, Siswi SMK Temukan Lilin Candle Forever

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Terinspirasi Listrik Mati, Siswi SMK Temukan Lilin Candle Forever

Post  tahenk on Sat Nov 30, 2013 8:59 pm

Terinspirasi dari sering mati lampu di daerahnya di Cilacap, Jawa Tengah, Dwi Puji Rahayu (17) terinspirasi untuk menciptakan candle forever. Siapa sangka, penemu lilin yang bisa membuat romantis selamanya itu seorang siswi SMK.

Dwi merupakan siswi SMK Boedi Oetomo 2 Gandrungmangu, Cilacap. Dia menggandeng Retno Arfianti (15) untuk membuat lilin tersebut. Lilin karya keduanya ini menjadi salah satu finalis Young Inventor Award 2013 yang digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Ajang pameran penemu muda Indonesia ini digelar 14-15 November 2013 lalu. LIPI setiap tahunnya membuat acara ini untuk menemukan para penemu muda yang kemudian diikutsertakan di ajang penemu internasional. Selain kategori temuan, ada juga karya ilmiah untuk siswa dan guru.

Dwi membuat alat candle forever dari kaleng bekas, kawat besar, kawat kecil, triplek, cat, paralon bekas dan alumunium foil.

"Konsepnya lilin daur ulang. Kita membuat alat candle forever selama 1 jam," ujar Dwi ketika dihubungi detikcom, Sabtu (30/11/2013).

Lilin warna putih yang dibelinya di warung yang sudah meleleh dihubungkan dengan alat tersebut. Lilin diletakkan di sebuah keranjang dan dihubungkan ke kawat kecil. Fungsi kawat kecil sebagai tempat meneteskan lelehan lilin ke dalam paralon.

Seiring berjalannya waktu lilin akan meleleh dan habis serta menetes melewati paralon yang dilapisi aluminium foil. Kemudian dibuka dan lelehan lilin dicetak menjadi lilin utuh dan jangan lupa lilin diberi sumbu terlebih dulu.

"Lilin daur ulang ini bisa dipakai 3 kali," tutur siswi kelas XI jurusan Akuntansi ini.

Menurut Dwi, lilin yang ditampung dikeluarkan lagi untuk digunakan kedua ketiga kali dan seterusnya.

Dwi dan Retno merogoh kocek Rp 427 ribu untuk membuat candle forever tersebut.

"Kita menjualnya Rp 15 ribu. Di LIPI kita jual Rp 17 ribu," kata Dwi.

Sayangnya, Dwi dan Retno belum mematenkan hasil karyanya ini. "Patenkannya menunggu reaksi masyarakat. Tapi waktu di LIPI masyarakat tertarik," ucap Dwi.

sumber: DETIK
avatar
tahenk

Jumlah posting : 2009
Join date : 27.01.08
Lokasi : Jakarta Selatan

Lihat profil user http://tahenk.multiply.com/

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik