Bawor Tiup Terompet, Launching Inyong Cinta Banyumas

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bawor Tiup Terompet, Launching Inyong Cinta Banyumas

Post  tahenk on Thu Jan 02, 2014 8:43 pm

PURWOKERTO: Pergantian tahun di berbagai belahan dunia selalu menjadi sebuah momen perayaan meriah. Begitu juga di Banyumas, atau Purwokerto pada khususnya.
Selain perayaan yang digelar kafe atau hotel berbintang, Pemkab Banyumas juga menggelar sebuah acara gratis yang cukup meriah.
Kegiatan perayaan tutup tahun tersebut dibagi menjadi empat titik. Yakni, Pendapa Sipanji, GOR Satria Purwokerto, Taman Rekreasi Andhang Pangrenan, dan Lapangan Parkir Terpadu Baturraden. Keempat lokasi tersebut sukses merebut perhatian masyarakat.

Berdasarkan pantauan SatelitPost usaha pemecahan konsentrasi massa ini cukup berhasil. Apalagi, dengan dukungan skema pengaturan arus lalu lintas dari pihak kepolisian dan Dishubkominfo. Jalur-jalur utama seperti Jalan dr Angka, Jalan HR Bunyamin, dan Jalan Jenderal Soedirman juga terlihat cukup lancar.

Perayaan tahun baru di pendopo diisi dengan kesenian wayangan yang menghadirkan dalang asli Banyumas, Kukuh Bayu Aji.
Dia mementaskan wayang dengan lakon Wahyu Bawono yang berarti Wahyu Menyinari Dunia. Selain pementasan, dia juga menerima satu set wayang kulit dari Pemkab Banyumas.
Dalam sambutan pembukaan perayaan tutup tahun kemarin, Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein memberikan wejangan, baik bagi pemerintah maupun masyarakat Banyumas. Dia meminta agar momen perayaan tutup tahun menjadi sebuah wahana refleksi. “Saya berharap di tahun 2014 nanti, Banyumas dalat lebih baik lagi,” katanya dengan logat Banyumasan.

Selain mendapatkan suguhan menarik wayang dengan pesona sinden yang menawan, masyarakat yang hadir juga menerima pin bergambar Inyong (heart) Banyumas. Ada sekitar seribuan pin yang disebarkan malam itu.

Pengunjung perayaan kemarin juga mendapatkan kesempatan untuk melihat patung bawor raksasa yang dapat meniup terompet. Patung tersebut dipersembahkan oleh Aktivis Gerakan Anti Narkoba, Arno Suprapto. Patung yang tingginya lebih dari dua meter ini jgua membawa sebuah papan yang mengandung tulisan kampanye anti narkoba.
Selain mempersembahkan patung tersebut, Arno juga membagikan sebuah selebaran. Isi selebaran tersebut terkait program pemberantasan narkoba.
Puncak kegiatan yang dihadiri pejabat Forkompinda dan SKPD ini ditutup dengan parade kembang api. Kembang api yang dinyalakan kemarin malam merupakan sumbangan dua orang pengusaha asal Banyumas, Buntoro dan H R Sastoro SE.

Satu pengunjung, Lyla (23) mengaku sudah dua kali menghabiskan malam pergantian tahun di Alun-alun Purwokerto dan selalu terpesona dengan apa yang disajikan Pemkab Banyumas.
“Di tempat saya, perayaan tahun baru tidak semeriah ini,” kata mahasiswi Unsoed asal Halmahera ini.

Launching Program Bahasa Banyumasan
PERAYAAN tahun baru juga dijadikan sebuah momen untuk mencanangkan program bahasa Banyumasan. “Dadi mulai siki, amben dina Kemis, kabeh SKPD, Kantor Kecamatan, tekan Pemerintah Desa kudu nganggo bahasa Banyumasan,” ujar Husein yang malam itu mengenakan baju hitam layaknya pendekar Banyumas.
Program bahasa Banyumasan ini adalah satu dari serangkaian program yang hendak dicanangkan Husein dalam rangka pelestarian budaya. Beberapa waktu lalu, Husein juga mengungkapkan rencananya untuk membuat seragam lurik khas Banyumas.(pan)

SUMBER: SATELIT POST
avatar
tahenk

Jumlah posting : 2009
Join date : 27.01.08
Lokasi : Jakarta Selatan

Lihat profil user http://tahenk.multiply.com/

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik