Lubang Bertebaran, Keselamatan Dipertaruhkan
Halaman 1 dari 1 • Share •
Lubang Bertebaran, Keselamatan Dipertaruhkan
BANJARNEGARA-Musim hujan tak hanya membuat sebagian wilayah di Banjarnegara terancam longsor, namun keselamatan warga di jalan raya juga ikut dipertaruhkan. Pasalnya seiring bergulirnya musim penghujan, kini tercipta pula lubang di jalanan.
Kondisi ini membuat penguna jalan, terutama pengendara sepeda motor harus jeli ketika memacu kendaraannya. Kini tak hanya keramaian lalu lintas saja yang jadi perhatian, lubang yang muncul bertebaran bagai ranjau juga harus dihindari.
”Di pertigaan Mantrianom, pernah ada kecelakaan menimpa pelajar dan masyarakat lantaran mengindari lubang. Namun karena banyaknya lubang di titik itu, sehingga tak bisa mengendalikan kendaraan,” kata Samsul Maarif, Kades Mantrianom, Kecamatan Bawang.
Warga lain yang sempat ditemui menuturkan, meski lubangnya tak lebar, namun cukup dalam. Hal itu membuat kaget pengendara motor dan jika tak konsentrasi bisa jatuh. Sebab biasanya mereka berada di belakang mobil, sehingga tak tahu keadaan jalan di depannya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, pada jalur provinsi dari Banjarnegara hingga Purwonegoro saja, sudah mulai banyak bermunculan lubang di tengah jalan.
Jatuh Korban
Kondisi itu bisa dijumpai di jalan depan pertokoan Semampir, Taman Kardjono, Gumiwang, Blambangan dan beberapa di Purwonegoro. Lubang itu berderet di tengah jalan, seperti berkelompok. Ada juga yang hanya satu atau dua pada satu titik, namun cukup dalam. Kedalamannya antara 2-5 cm.
”Selain di jalur provinsi itu, pada jalan yang menghubungkan desa kami dengan Desa Masaran juga mulai berlubang. Sudah ada sedikitnya tiga korban jiwa, karena menghindari lubang di jalur itu. Untuk mengindari korban lain ada baiknya bila ditangani dahulu,” kata Samsul.
Perihal kerusakan infrastruktur jalan yang ada di daerahnya, dia sudah melaporkannya pada instansi terkait. Baik secara lisan maupun surat dan hingga kini masih menunggu realisasi penanganannya. (H25-33)
Kondisi ini membuat penguna jalan, terutama pengendara sepeda motor harus jeli ketika memacu kendaraannya. Kini tak hanya keramaian lalu lintas saja yang jadi perhatian, lubang yang muncul bertebaran bagai ranjau juga harus dihindari.
”Di pertigaan Mantrianom, pernah ada kecelakaan menimpa pelajar dan masyarakat lantaran mengindari lubang. Namun karena banyaknya lubang di titik itu, sehingga tak bisa mengendalikan kendaraan,” kata Samsul Maarif, Kades Mantrianom, Kecamatan Bawang.
Warga lain yang sempat ditemui menuturkan, meski lubangnya tak lebar, namun cukup dalam. Hal itu membuat kaget pengendara motor dan jika tak konsentrasi bisa jatuh. Sebab biasanya mereka berada di belakang mobil, sehingga tak tahu keadaan jalan di depannya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, pada jalur provinsi dari Banjarnegara hingga Purwonegoro saja, sudah mulai banyak bermunculan lubang di tengah jalan.
Jatuh Korban
Kondisi itu bisa dijumpai di jalan depan pertokoan Semampir, Taman Kardjono, Gumiwang, Blambangan dan beberapa di Purwonegoro. Lubang itu berderet di tengah jalan, seperti berkelompok. Ada juga yang hanya satu atau dua pada satu titik, namun cukup dalam. Kedalamannya antara 2-5 cm.
”Selain di jalur provinsi itu, pada jalan yang menghubungkan desa kami dengan Desa Masaran juga mulai berlubang. Sudah ada sedikitnya tiga korban jiwa, karena menghindari lubang di jalur itu. Untuk mengindari korban lain ada baiknya bila ditangani dahulu,” kata Samsul.
Perihal kerusakan infrastruktur jalan yang ada di daerahnya, dia sudah melaporkannya pada instansi terkait. Baik secara lisan maupun surat dan hingga kini masih menunggu realisasi penanganannya. (H25-33)

tahenk- Jumlah posting: 189
Join date: 27.01.08
Lokasi: Jakarta Selatan

Permissions of this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik
Portal
Indeks
banyumas online
banjarnegara online
purbalingga online
cilacap online
ngapak




