Sehari Purwokerto Hasilkan 300 Meter Kubik Sampah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Sehari Purwokerto Hasilkan 300 Meter Kubik Sampah

Post  tahenk on Thu May 30, 2013 8:28 pm

PURWOKERTO -Setiap hari, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Tugel mendapat kiriman lebih dari 300 meter kubik sampah yang dihasilkan warga Kota Purwokerto maupun aktivitas di sejumlah pasar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Gunung Tugel, Sinung Adi P saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, jumlah sampah yang dibuang masyarakat pada Maret lalu mencapai 316 meter kubik.

“Kota Purwokerto memang tidak seberapa luas, namun jumlah penduduknya lumayan banyak, faktor itulah yang menyebabkan produksi sampah begitu tinggi,” kata Sinung, Rabu (29/5).

Ia mengatakan, pada waktu-waktu tertentu seperti Lebaran, sampah yang dibuang ke TPA Gunung Tugel meningkat drastis menjadi 350 meter kubik. Sementara pada awal tahun atau Januari lalu sebanyak 325 meter kubik.

Sinung mengungkapkan, selain di Gunung Tugel, Kabupaten Banyumas memiliki dua TPA lain yakni di Kompleks Bumi Perkemahan Kendalisada Kaliori serta di daerah Tipar Kidul.

“Berdasar data terakhir yang kami miliki, dalam sehari jumlah sampah yang dibuang ke TPA Kaliori sebanyak 77 meter kubik sementara di Tipar Kidul hanya 73 meter kubik,” ujarnya.

Menurutnya, TPA Kaliori diperuntukkan menampung sampah dari wilayah Banyumas Timur dan Tipar Kidul dari Banyumas Barat. Ia memperkirakan, masyarakat di dua lokasi itu tidak membuang semua sampah ke TPA namun juga ditimbun di belakang rumah.

Namun, kata Sinung, tak ada pengolahan lebih lanjut untuk seluruh sampah yang terkumpul di TPA. Dengan kata lain, sampah tersebut dibiarkan menumpuk. Volume sampah di TPA, lanjutnya, selama ini bisa berkurang karena diambil oleh para pemulung.

Sinung menjelaskan, sebenarnya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Banyumas telah berulangkali menyosialisasikan langkah-langkah pengelolaan sampah berbasis masyarakat termasuk konsep memilah dan mendaur ulang. “Meski sosialisasi telah dilakukan namun tingkat kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari lingkungan rumah masih kurang,” ujarnya.

Terpisah, Pengamat Tata Kota Banyumas, Ir Sunardi MT saat dihubungi melalui telepon mengatakan, pada masyarakat yang tingkat budayanya tinggi, sampah yang diproduksi memang sangat banyak.

“Barang yang masih bisa digunakan dan sedikit kotor langsung dibuang, semestinya setiap rumah tangga tidak memproduksi sampah, semisal kurang memungkinkan, pisahkan antara yang organik dan non-organik,” katanya.

Sunardi menegaskan, keberadaan TPA tidak mengatasi masalah namun justru memindahkan masalah yang jauh lebih besar. Ia menyarankan agar ke depan setiap kelurahan di Purwokerto memiliki tempat pembuangan sementara.

Tidak hanya untuk membuang, tempat pembuangan sementara itu bisa difungsikan masyarakat untuk mengubah sampah-sampah yang terkumpul menjadi bernilai rupiah atau kembali memiliki manfaat.

“Agar jumlah yang dibuang ke TPA tidak sebanyak sekarang, masyarakat sebaiknya mulai memilah-milah sampah, ketika sifatnya organik bisa diolah lagi menjadi pupuk sementara yang non-organik jika memungkinkan bisa dibentuk ulang atau dibakar,” ujarnya.

>>satelipost
avatar
tahenk

Jumlah posting : 2009
Join date : 27.01.08
Lokasi : Jakarta Selatan

Lihat profil user http://tahenk.multiply.com/

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik